Info Penting
Home / Berita / LPMP D.I. Yogyakarta Dukung Gerakan Kembali ke Sekolah “NTB Bangkit”

LPMP D.I. Yogyakarta Dukung Gerakan Kembali ke Sekolah “NTB Bangkit”

Gempa bumi yang terjadi di Lombok  beberapa waktu yang lalu telah menelan korban, kerusakan rumah dan kerusakan berbagai fasilitas umum di hampir seluruh wilayah Provinsi NTB khususnya di tujuh kabupaten yaitu Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbwa Barat dan Kabupaten Sumbawa.  Gempa bumi tersebut juga mengakibatkan rusaknya 1.171 sekolah dan 4.669 ruang kelas sehingga menyebabkan proses belajar dan mengajar terhambat dan bahkan lumpuh total.

Untuk memulihkan proses belajar dan mengajar serta memotivasi guru dan siswa untuk bangkit dan bersemangat ke sekolah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat dan Lembaga Pemerintah maupun Non Pemerintah mencanangkan Gerakan Kembali Ke Sekolah (GKS). LPMP D.I.Yogyakarta, ikut ambil bagian dengan mengirim 5 personil yang dipimpin langsung oleh Kepala LPMP D.I.Yogyakarta Dr. Sarjilah, dengan anggota tim relawan yang sudah berpengalaman pada recovery gempa Bantul-Jogja dan juga telah dilatih di tingkat pusat Danang Ismadi, M.Pd., Psikolog Retno Wijayanti, M.Pd., serta unsur Sekolah Model Dr. Arwan Rifa’I dan Satyanto Budi Rahardjo, M.Acc. guna mendukung gerakan tersebut. Di samping itu, juga dilakukan penggalangan bantuan dari sejumlah sekolah model di wilayah D.I.Yogyakarta dan seluruh karyawan/karyawati LPMP D.I.Yogyakarta.

Pencanangan GKS ditandai dengan Apel di Kantor Gubernur NTB pada hari Minggu, 9 September 2018. Dalama apel tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menghimbau kepada para siswa agar dapat terus belajar dan bersekolah. Demikian juga dengan para guru agar dapat segera melaksanakan pembelajaran meskipun dalam keterbatasan kondisi sarana dan prasarana.

Setelah Apel, Mendikbud melepas bantuan schoolkit sejumlah 21 tuck yang akan didistribusikan ke tujuh kabupaten terdampak. Di samping itu juga diserahkan tunjangan khusus bagi guru terdampak. Tunjangan diberikan selama enam bulan dengan jumlah Rp 1,5 juta/bulan bagi guru PNS dan Rp 2 juta/bulan  bagi guru Non PNS.

Pada kesempatan itu, Mendikbud menyempatkan berkunjung ke daerah terdampak di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara. Di akhir kunjungannya, Mendikbud melakukan audiensi di kantor BP PAUD DIKMAS NTB. Audiensi dihadiri oleh jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi, Pejabat Eselon 2 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala LPMP se Indonesia serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan di NTB.

PENGIRIMAN BANTUAN: Kepala LPMP DIY Dr. Srajilah,M.Pd. (tengah) bersama Kasi FPMP Dra. Titi Sulistiyani, M.Pd. (kanan) dan Koordinator Program Sekolah Model Dr. Arwan Rifa’I, M.Pd. (kiri) mengecek persiapan pengiriman bantuan schoolkit yang digalang dari sekolah model di wilayah DIY dan karyawan-karyawati LPMP DIY.
CARGO: Pengambilan bantuan schoolkit di cargo Bandara Internasional Lombok Praya.
PENYERAHAN BANTUAN: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (hem putih bertopi) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada siswa-siswi dan guru terdampak pada apel pencanangan Gerakan Kembali Ke Sekolah di Halaman Kantor Gubernur NTB.
TIM RELAWAN LPMP DIY: Tim relawan LPMP DIY yang dipimpin Kepala LPMP DIY Dr. Sarjilah (kedua dari kanan) berfoto di depan Kantor Gubernur NTB sesaat sebelum apel dimulai.
MEMOTIVASI SISWA: Tim relawan Kemdikbud menyanyi bersama dan memotivasi siswa di sekolah terdampak.
AUDIENSI MENDIKBUD: Setelah melakukan kunjungan dan penyaluran bantuan ke daerah terdampak, Mendikbud (tengah) menyempatkan diri untuk audiensi dengan pemangku kepentingan pendidikan di NTB.

Artikel Lain

JOGJA INTERNATIONAL BATIK BIENALLE 2018

Post Views: 299 “Jogya Internasional Batik Bienalle 2018” (JIBB), diselenggarakan di Pegelaran Kraton, D.I. Yogyakarta. …