Info Penting
Si Jaka Mudik (Sistem Informasi Jaring Kerjasama Mutu Pendidikan)
ZIWBK
Pameran Produk

KUNKER MAS MENTERI KE INSPIRATOR “MERDEKA BELAJAR”: TAMAN SISWA YOGYAKARTA

Selasa (14/9) Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim atau yang biasa dipanggil Mas Menteri, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Taman Siswa Yogyakarta. Kunker ke Taman Siswa merupakan puncak dari kunker yang dilaksanakan ke beberapa sekolah sampling pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di D.I. Yogyakarta. Beberapa sekolah yang menjadi sampling kunjungan adalah: SD Muhamadiiyah Jogokaryan, SMP Taman Dewasa Jetis dan. SMA Ma’arif Dagen.

Turut menyambut dan mendampingi Mas Menteri adalah semua pejabat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek, Kepala Dinas Pendidikan, dan pejabat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Saat kunker di Taman Siswa mas Menteri meninjau museum Taman Siswa dan melakukan dialog di Pendopo Taman Siswa dengan beberapa perwakilan Kepala Sekolah dan Guru tentang persoalan-persoalan terkini yang dihadapi dan diharapkan pencerahan secara langsung. Dialog dilakukan secara luring dan daring.
Beberapa pertanyaan yang diajukan cukup menarik, diantaranya tentang: Aplikasi Siplah Bantuan Operasional Sekolah, Teknis implementasi kurikulum Merdeka Belajar dan Merdeka Budaya, Asesmen Nasional dan Keterkaitan kurikulum Merdeka Belajar Dikdasmen dengan Dikti.

Mas Menteri menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan dengan lugas dan cermat. Disampaikan bahwa applikasi Siplah dilaunching sebagai salah satu cara Kemendikbud membantu pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia. Senada dengan Siplah, Merdeka Berbudaya juga dilaunching untuk memberikan wadah ekspresi dan eksibisi bagi seniman Indonesia untuk berkarya di wadah non profit. Diinformasikan pula oleh

Mas Menteri bahwa kurikulum Merdeka Belajar Dikdasmen juga disinkronkan dengan kurikulum Dikti sehingga masyarakat tidak perlu kuatir serta Asesmen Nasional yang merupakan penyempuranaan dari metode evaluasi capaian standar nasional dengan sistem yang lebih komprehensif.

Di akhir dialog, Mas Menteri menekankan bahwa Merdeka Belajar memberikan ruang ekpresi dan inovasi bagi pelaku pendidikan untuk berjuang melakukan gerakan perubahan yang lebih baik terhadap dinamika tuntutan dunia pendidikan yang sangat pesat. Sehingga kurikulum sudah semestinya tidak hanya bergantung pada wewenang Menteri Pendidikan, namun lebih kepada gerakan kebutuhan akar rumput, terutama Kepala Sekolah dan Guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan di lapangan. (Dwi/SI)

IMG-20210914-WA0001
« 1 of 15 »

Artikel Lain

SERAHKAN SERTIFIKAT DIKLAT KERJASAMA CALON KEPSEK, LPMP DIY SIAP LEBARKAN SAYAP KEMITRAAN

Kamis, (23/9) bertempat di ruang senat gedung pusat Universitas Sarjana Wiyata (UST) dilakukan acara penyerahan …

KERJASAMA DENGAN STMM “MMTC”, LPMP DIY SELENGGARAKAN PELATIHAN PRODUKSI AUDIO VISUAL BAHAN AJAR

  Selama 5 hari dari tanggal 20 sd 24 September, LPMP DIY bekerjasama dengan Sekolah …